Sejarah Uang

Pengertian Uang

Menurut ensiklopedi Indonesia uang adalah segala sesatu yang biasanya digunakan dan diteria umum sebagai alat penukar atau standar pengukuran niali. Berdasarkan syarat uang dan pengertian menurut ensiklopedi Indonesia, dapat disimpulkan bahwa uang adalah suatu benda yang mempunyai ciri-ciri tertentu yang dapat mempermudah pertukaran dan berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah. Pengertian sah di sini adalah bahwa keberadaan uang tersebut dijamin oleh pemerintah dan dilindungi oleh undang-undang negara.

Jenis-Jenis Uang

Secara umum uang dibagi menjadi dua bagian yaitu uang kartal merupakan uang yang beredar sehari-hari sebagai alat pembayaran yang syah dan wajib diterima oleh semua masyarakat seperti uang logam (emas, perak, alumunium) dan uang kertas. Selanjutnua uang giral merupakan uang yang berbentuk saldo rekening di bank milik nasabah, yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Cara pembayaran dapat menggunakan cek, giro, telegraphic transfer, travel chek (cek dengan perjanjian), dalam melakuakn pembayaran dengan uang giral ini seseorang boleh menolak. Syarat utama uang giral adalah seseorang harus mempunyai tabungan/simpanan di bank.

Sejarah Munculnya Uang

Masa Sebelum Barter

Pada zaman purba, atau pada masyarakat yang masih sangat sederhana, orang belum bisa menggunakan uang. Perdagangan dilakukan dilakukan dengan cara langsung menukarkan barang dengan barang. Cara ini bisa berlangsung selama tukar menukar masih terbatas pada beberapa jenis barang saja.

Masa Barter

Pada masa ini untuk memenuhi kebutuhan, orang/kelompok orang sudah membutuhkan pihak lain/dihasilkan oleh pihak lain, karena jumlah orang sudah semakin meningkat dan bertambah, maka munculah pertukaran barang, karena pada masa ini orang belum mengenal produksi barang. Syarat utama terjadinya barter adalah, bahwa orang yang akan saling tukar barang, mereka saling membutuhkan.Kesulitan Barter: (a) Sulit enemukan barang untuk kebutuhan yang mendesak, (b) Sulit menentukan perbandingan barang yang ditukarkan, dan (c) Sulit memenuhi kebutuhan yang bermacam-macam

Masa Uang Barang

Pada masa ini, orang sudah mulai berfikir barang perantara sebagai alat pertukaran, maka dicarilah jenis barang yang dapat mempermudah pertukaran, sebagai syarat, sebagai alat perantara pertukan barang/uang barang adalah : (a) Barang tersebut dapat diterima dan dibutuhkan semua orang, (b) Barang tersebut dapat ditukarkan kepada siapa saja, (c) Mempunyai nilai tinggi, dan (d) Tahan lama.

Adapun kesulitan yang dihadapi dengan sistem uang barang : (a) Sukar disimpan, (b) Sukar dibawa keana-mana, (c) Sukar dibagi menjadi bagian yang lebih kecil, (d) Kebanyakan uang barang tidak tahan lama, dan (e) Nilai uang barang tidak tetap. Jenis barang yang pernah digunakan sebagai alat uang barang antara lain: kulit hewan, hewan, batu-batuan berharga, kulit pohon, logam.

Masa Uang

Peradaban yang semakin maju, mengakibatkan kebutuhan yang semakin banyak dan bertambah pula, hal tersebut mendorong manusia untuk alat perantara pertukaran yang mudah, praktis, dan mempunyai nilai, maka dikembangkanlah jenis uang. Suatu barang berfungsi sebagai mata uang, apabila memenuhi syarat sebagai berikut : (a) Dapat diterima oleh siapapun, (b) Tahan lama, (c) Mudah disimpan, (d) Mudah dibawa kemana-mana, (e) Dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil dengan tidak mengurangi nilainya, (f) Jumlahnya terbatas, dan (g) Nilai uang tetap.

Jenis barang yang paling memenuhi syarat tersebut di atas adalah logam terutama emas dan perak, karena awalnya kertas belum ditemukan, maka jenis uang logamlah yang pertama kali ada. Jenis uang yang pernah ada di Indonesia : (a)  Mata uang kampua (boda), berasal dari Sulawesi berwujud tenunan, (b) Mata uang tembaga, pernah beredar di Banjarmasin, (c) Mata uang krisnala terbuat dari emas dan tembaga, beredar pada masa kerajaan Jenggala, (d) Sebelum tahun 1946 Javasche Bank yang didirikan oleh bank Sirkulasi Belanda mengeluarkan gulden (e) Uang Jepang, dan (f) Setelah tahun 1946 pernah beredar ORI (Oeang Repoeblik Indonesia) dan terakhir jenis uang Rupiah sapai saat ini.

Fluktuasi Nilai Mata Uang

Inflansi

Inflasi adalah keadaan dimana nilai mata uang merosot dibandingkan dengan harga barang karena banyaknya uang yang beredar sehingga berakibat harga barang menjadi mahal. Ciri-cirinya : (a) Harga barang naik, (b) Gaji atau upah naik, (c) Jumlah uang yang beredar bertambah, (d) Penawaran tenaga kerja melebihi permintaan, (e) Banyak terjadi pengangguran dan (f) Susah mencari lapangan pekerjaan.

Deflasi

Deflasi yaitu merosotnya harga barang karena terjadi peningkatan nilai mata uang atau menguatnya nilai mata uang dalam negeri. Hal-hal yang menyebabkan deflasi : (a) Uang yang beredar sedikit/kurang, (b) Harga barang mengalami penurunan, dan (c) Nilai mata uang dalam negeri menguat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warna Tanah